Hanya air mata dapat berkata
nisan berhias kembang di depan pandang
tubuh menyentuh tanah menyeluruh
terbaring dalam balutan selembar kain
pikiran lekang menerawang
bercanda tawa dalam tangis yang mengembang
saat fajar akan menjelang
hari itu...hilang
tak sempat mata melihat
bahkan tangan tak dapat memegang
lidah tak lagi berkilah
pergi tiada pernah kembali
walau telah berlalu
hati masih pilu
mengenang waktu itu
saat-saat kepergianmu
Surabaya, 4 Oktober 2011
(mengenang 7 hari kepergianmu)
Tertanda "DITA"
Popular Posts
-
Pernah aku berbincang dengan senja ketika lorong itu sepi tiada sapa namun dia tak banyak kata berlalu begitu saja Sempat aku bertanya ...
-
Temaram awan hitam kelam kabut tebal merajut menjegal Jalanan lengang lekang hilang bersembunyi cecurut jalang dibalik sumpalan u...
-
Sengaja lidah tak berucap Lelah terjebak dalam debu penuh asap Lama bathin tak mengeluh telah terbiasa dengan keringat dan peluh ...
-
Wahai Pemuda… Jangan bangga membusung dada Meradang tawa mengagung tahta Laksana raja bergeming harta Lupa segala darma Wahai pemudi… Henda...
-
Ibu… Aku hanya ingin menuliskan apa yang bisa aku utarakan walaupun banyak kata yang tak dapat terucap dan terungkapkan terpendam......
-
Biarkan kisah ini mengalir seperti air yang menjalani sebuah takdir dari suatu hulu menuju ke hilir Biarkan kisah ini berhembus seperti angi...
-
Beranjak kaki dari alas menapak bidang batas menyusur alam bebas luas... lepas... Bersuci diri bersih sapih menyapih perih pedih hat...
-
Aq ingin mencintaimu dengan ikhlas seperti kasih bunda kepada anak-anaknya memberi tanpa mengharap balas dan kan selalu begitu selamanya Aq ...
-
Bersama dengan senja bintang mulai bercahaya menutup hari dengan sejuta misteri mengajak alam ke peraduan malam Purnama pun teduh utuh...
No comments:
Post a Comment