Mendung itu datang
ketika hati ini sudah mulai lelah
renta, rapuh dan mulai goyah
tergoyang saat terdera angin
Benturan karang putus asa semakin membuatku lemah
tak berdaya dan tanpa daya
hanya bisa menerima
mencoba menghadapi apa yang ada
Dan mendung itupun datang kembali
menambah gelap rentetan awan gelisah di hati
saat hati ini berada pada jurang kegalauan
dan tak tahu apa yang harus ku lakukan
Kabut resah itupun berpawai
menghalangi pandangan mata hatiku
sehingga ku tak mengerti apa yang sedang terjadi
walau aku semestinya tahu semua itu
Lautan kegelisahan mengombang-ambingkan bathin ini
mengambil alih semua yang ku kendali
saat aku berlayar pada samudra hati
dan aku tak tahu apakah aku masih bisa kembali
Coba tengok sejenak hatiku
yang dilanda badai kebimbangan saat ini
terhempas kian kemari
tanpa tahu arah dan tujuan yang pasti
Haruskah kuputar kendali ini ke kanan walau sebenarnya aku ingin ke kiri?
mestikah ku arahkan kendali ini ke kiri meski sebetulnya arahku ke kanan?
dan apakah aku akan maju tapi tujuanku ada di belakang?
atau aku berjalan mundur hanya tak ingin menemui tantangan di depan?
Akankah aku hanya berada di tengah dan hanya bisa berpasrah
tak berani menghadapi segala kemungkinan yang akan akan melanda
tak ingin mengambil resiko serta tantangan kehidupan
dan akhirnya hanya bisa menjadi seorang pecundang
Popular Posts
-
Pernah aku berbincang dengan senja ketika lorong itu sepi tiada sapa namun dia tak banyak kata berlalu begitu saja Sempat aku bertanya ...
-
Temaram awan hitam kelam kabut tebal merajut menjegal Jalanan lengang lekang hilang bersembunyi cecurut jalang dibalik sumpalan u...
-
Sengaja lidah tak berucap Lelah terjebak dalam debu penuh asap Lama bathin tak mengeluh telah terbiasa dengan keringat dan peluh ...
-
Wahai Pemuda… Jangan bangga membusung dada Meradang tawa mengagung tahta Laksana raja bergeming harta Lupa segala darma Wahai pemudi… Henda...
-
Ibu… Aku hanya ingin menuliskan apa yang bisa aku utarakan walaupun banyak kata yang tak dapat terucap dan terungkapkan terpendam......
-
Biarkan kisah ini mengalir seperti air yang menjalani sebuah takdir dari suatu hulu menuju ke hilir Biarkan kisah ini berhembus seperti angi...
-
Beranjak kaki dari alas menapak bidang batas menyusur alam bebas luas... lepas... Bersuci diri bersih sapih menyapih perih pedih hat...
-
Aq ingin mencintaimu dengan ikhlas seperti kasih bunda kepada anak-anaknya memberi tanpa mengharap balas dan kan selalu begitu selamanya Aq ...
-
Bersama dengan senja bintang mulai bercahaya menutup hari dengan sejuta misteri mengajak alam ke peraduan malam Purnama pun teduh utuh...
No comments:
Post a Comment