Popular Posts

Thursday, May 9, 2013

19 BAIT UNTUK IBU


Ibu…
Aku hanya ingin menuliskan apa yang bisa aku utarakan
walaupun banyak kata yang tak dapat terucap dan terungkapkan
terpendam...
dalam...

Ibu…
19 tahun yang lalu aku tahu kala itu penderitaanmu belum berlalu
setelah tersiksa selama kurang lebih 9 bulan 10 hari karena aku
hanya ucapan terima kasih yang dapat aku katakan atas pengorbanan jiwa dan ragamu
karena sesungguhnya aku tak mampu membalasnya dengan apapun sekalipun dengan nyawa dan nafasku

Ibu…
19 tahun yang lalu aku tahu sakitmu belum pulih, perih
jalanmupun masih tertatih-tatih
tapi tangisku membuat tanganmu meraih
kau tak pernah letih, membelaiku dengan penuh cinta kasih

Ibu…
19 tahun yang lalu lukamu masih belum sembuh
tapi tanganmu sudah membasuh
membasuh tubuhku yang mungil nan rapuh
menimangku tanpa mengenal peluh

Ibu…
19 tahun yang lalu tubuhku lemah tak berdaya
kau buai aku dalam dekapan manja
menghiburku dalam merdu alunan nada
damaikan aku dengan segenap rasa

Ibu…
19 tahun yang lalu aku tiada mengerti apa yang terjadi
tentang apa arti menerima dan memberi
dan kau ajarkan aku bagai seorang peri
tentang memberi dengan setulus hati

Ibu…
19 tahun yang lalu kaulah orang pertama yang mengajarkanku tentang kebaikan
kau yang memperkenalkanku dengan Tuhan
dan kau yang menuntunku untuk berjalan dalam kehidupan
kau lakukan itu tanpa henti, tanpa bosan

Ibu…
19 tahun yang lalu kau susukan aku dengan asi
ketika malam hari perutku lapar tanpa isi
kau terbangun tanpa merasa risih
walaupun wajahmu tampak pucat pasi

Ibu…
19 tahun yang lalu kau sibuk mengurusku
hingga tak kau hiraukan dirimu
kala itu dalam benakmu
hanya aku, aku dan aku

Ibu…
19 tahun yang lalu aku tak pernah membantah ucapmu
selalu patuh dan menuruti nasihatmu
tapi apa yang kini aku perbuat padamu
membuat kelu dan hatimu pilu.

Ibu…
19 tahun kau mencurahiku kasih sayang tanpa sedetikpun terlewat olehmu
kau dekap aku dalam hangatnya pelukanmu dan kau buai aku dalam ribaan pangkuanmu tanpa sekejappun kau mencampakan aku
Sekali lagi hanya ucapan terima kasih yang dapat aku katakan untukmu
karena sesungguhnya sejuta kata yang ada di dunia pun tak cukup untuk mewakili semua itu

Ibu…
19 tahun tak pernah terlewat olehmu memikirkan aku
mencemaskanku, mengkhawatirkan aku karena sayangmu padaku
kau tak segan menasihatiku dengan omelan dan petuah-petuahmu
tapi sungguh itu yang kurindukan saat aku jauh darimu

Ibu…
Aku tahu 19 tahun kau tiada henti menyebut namaku dalam doa-doamu
dalam sujudmu, dalam keheningan malammu
tak pernah lelah tak pernah letih tak pernah menyerah dan tak akan pernah terjadi
ketahuilah ibu, itulah yang menguatkanku berdiri hingga saat ini

Ibu…
19 tahun aku berhutang budi
tapi dirimu tiada menagih
tak menganggap semua ini sebagai untung dan rugi
bahkan mengungkitnyapun engkau tak sudi

Ibu…
19 tahun ini sekalipun aku tak pernah berjanji
memberikan intan ataupun permadani
ketulusan dan keikhlasan diri
kau tautkan dalam menjemput ridho Ilahi

Ibu…
19 tahun apa yang kulakukan
bahkan tiada sesuatu yang dapat ku berikan
hanya dalam doa aku pintakan
semoga rahmat Tuhan senantiasa terlimpahkan

Ibu…
Selama 19 tahun ini, ketika aku tersakiti, aku tahu hatimu hancur, pecah
ketika aku terbebani aku mengerti jiwamu gundah
tapi kau obati semua dengan segaris senyum di raut wajah
kau sembunyikan air matamu dihadapanku walaupun aku tahu sejatimu hilang tak tentu arah

Ibu…
19 tahun ku jalani, kaulah wanita yang sabar dan tegar yang pernah aku kenal
kaulah ibu terbaik yang pernah aku miliki
mungkin semuanya tak akan kekal
tapi aku tahu cinta dan kasih sayangmu hakiki

Ibu…
Kelak suatu hari aku akan menjadi sepertimu
menjadi seorang istri dan seorang ibu
ketika seorang lelaki kan memintaku padamu
kan kujalani dengan berbekal restu darimu, Ibu…



Surabaya, My 19th...
Dengan air mata kedamaian dan kebahagiaan
Putri Kecilmu,
“DITA”

No comments:

Post a Comment