Sengaja lidah tak berucap
Lelah terjebak dalam debu penuh asap
Lama bathin tak mengeluh
telah terbiasa dengan keringat dan peluh
jeritan seru
menggiring angin pada awan kelabu
hitam pekat
terjerat dalam taburan pukat
meraja tanpa darma
melangkah tak hirau karma
melarung resah ke tengah samudera
hilang enyah tak ada sisa
tangis haru
menyingkap rasa dalam kalbu
menyeruak tiada tabu
sendu bagai syair sebuah lagu
sesak hati penuh sangsi
ingin diri paksa berlari
terus menerus hingga jauh
hingga bertemu gubuk nan teduh
layaknya karang diterpa ombak
atau tenda tanpa pasak
tetap berdiri tegak
atau selamanya tak kan berpijak
Surabaya, 22 Juni 2011 10.43
Tertanda "DITA"
puisi nya mbak dita alirannya apa ni mbak?
ReplyDeletehoho...ndak tw lah Maz aliran apa...
ReplyDeletesejadi-jadix saja...