Pernah aku berbincang dengan senja
ketika lorong itu sepi tiada sapa
namun dia tak banyak kata
berlalu begitu saja
Sempat aku bertanya pada malam
tentang arti sebuah kalam
tapi semuanya diam
segalanya bungkam
Melangkah tertatih di jalan berduri
hingga puas tak sanggup berlari
detik jarum jam bahkan sudah letih
merangkai deretan luka dan pedih
Sedang sang malam masih setia
temani lara yang telah ditinggal senja
walau akan bersisa luka
cita tetap menyimpan asa
Dalam penantian panjang
aku tetap diam di sudut ruang
menunggu kabar dari sang petang
mengharap datang tiada halang
Malam belum juga berlalu
sampai hati dan bibir kelu
hingga terlelap
dalam syair nyanyian senyap
ketika lorong itu sepi tiada sapa
namun dia tak banyak kata
berlalu begitu saja
Sempat aku bertanya pada malam
tentang arti sebuah kalam
tapi semuanya diam
segalanya bungkam
Melangkah tertatih di jalan berduri
hingga puas tak sanggup berlari
detik jarum jam bahkan sudah letih
merangkai deretan luka dan pedih
Sedang sang malam masih setia
temani lara yang telah ditinggal senja
walau akan bersisa luka
cita tetap menyimpan asa
Dalam penantian panjang
aku tetap diam di sudut ruangmenunggu kabar dari sang petang
mengharap datang tiada halang
Malam belum juga berlalu
sampai hati dan bibir kelu
hingga terlelap
dalam syair nyanyian senyap
cahaya bintang lagi mencari dan menanti sebuah jawaban
ReplyDeletehehe...d kritik nnuuu...
ReplyDelete"tentang arti sebuah kalam"
ReplyDeletetu kalamnya ilahi ya? :)
wohoho...ya interpretasi se2org thdp puisi kan beda2...
ReplyDeletemenurut smpyan gmna???
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletewanita dan rembulan
ReplyDeletelho...kq d hapuz Maz Bek???
ReplyDeleteiya khapus......heeeehhe padahal itu judulnnya belom isinya..hehehhehehe
ReplyDeleteopone sing wanita dan rembulan Maz Bek???
ReplyDeletendang tulizen isine...
ReplyDeletewanita dan rembulan bersatu dimalam angin sepoi-sepoi.......
ReplyDeleterembulan di malam hari wanita diam seribu kata
hanya memandang hatinya luka, hatinya luka.
udara terasa berat karena asmara sesakkan dada
ketika cinta terbentur dinding, terbentur dinding.
bukalah hatiku hatimu yang selalu membeku
agar ku lihat lagi rembulan di wajahmu
jangan sembunyikan hatimu padaku
ckckckckckckkkckkkkkkk........................
ReplyDeletewew...iku puisi ta lagu Maz???
ReplyDeletekatek terbentur dinding iku gag memar kabeh ta???
byane bongko wes.....hahahahahahha
ReplyDeletewkwkwkwk...
ReplyDeletekesaduk-saduk...
kalam lebih enak dipahami, diresapi saat malam...
ReplyDelete