Temaram awan
hitam
kelam
kabut tebal
merajut
menjegal
Jalanan lengang
lekang
hilang
bersembunyi cecurut jalang
dibalik sumpalan uang
Sementara di luar sana
sumpah serapah menghantar kecewa
dia berkeliaran tanpa dosa
sedang kami disini jelata
Dimana kau keparat
disaat jiwa kami tersayat
perih merintih
miris mengiris
meratap tangis penuh histeris
Hei...tikus rakus
masihkan engkau merasa haus
tanah ibu kami sudah tandus
kecuali kau berada di jalan yang lurus
bau anyirmu enyah
lindi di tubuhmu punah
musnah
oleh wangi parfum mewah
sedang di luar masih gaduh
bajumu lusuh menyusuh
tangisan mengharu biru
menghina dina dirimu
mana...
dimana katamu cahaya
cahaya bintang dalam gulita
mungkinkah bintang kan bercahaya sedang senja tak menyentuh cakrawala?
mana...
dimana harta?
kemana tahta?
yang membuatmu buta
bisu
tuli
semuanya
segalanya
dusta
fana
Teruntuk para "CECURUT JALANG"
17 Februari 2011 12:37
Tertanda "DITA"
hitam
kelam
kabut tebal
merajut
menjegal
Jalanan lengang
lekang
hilang
bersembunyi cecurut jalang
dibalik sumpalan uang
Sementara di luar sana
sumpah serapah menghantar kecewa
dia berkeliaran tanpa dosa
sedang kami disini jelata
Dimana kau keparat
disaat jiwa kami tersayat
perih merintih
miris mengiris
meratap tangis penuh histeris
Hei...tikus rakus
masihkan engkau merasa haus
tanah ibu kami sudah tandus
kecuali kau berada di jalan yang lurus
bau anyirmu enyah
lindi di tubuhmu punah
musnah
oleh wangi parfum mewah
sedang di luar masih gaduh
bajumu lusuh menyusuh
tangisan mengharu biru
menghina dina dirimu
mana...
dimana katamu cahaya
cahaya bintang dalam gulita
mungkinkah bintang kan bercahaya sedang senja tak menyentuh cakrawala?
mana...
dimana harta?
kemana tahta?
yang membuatmu buta
bisu
tuli
semuanya
segalanya
dusta
fana
Teruntuk para "CECURUT JALANG"
17 Februari 2011 12:37
Tertanda "DITA"

bravoo..bravoo..
ReplyDeleteBERPIJAK DENGAN WAKTU AKULAH
NOMER SATU
BERZINAH DENGAN MASALAH AKU
TAK TERKALAHKAN
BERIBU -RIBU KATA AKU MAMPU
MEMUTAR BALIKAN FAKTA
SI NOMER SATU TIADA NOMER DUA
DINEGERI KELAKAR INI AKU
PENGUASA
BADUT - BADUT BERTOPENG
MENGAJAK BERPESTA
SUTRA BERPENGAL PAHA BERIRAMA
CHA CHA CHA
TERBAHAK BAHAK MENEGUK MADU DUNIA
KAPAN DUNIA BERAKHIR
AKU TAK BERPIKIR
BIAR RUNTUH DAN TERKUTUK
LANGIT KELAM
AKU TETAP MENEBAR ABU
KENIKMATAN
OH YA.....
KALAU KAU IKUT AKU
TAK SEDETIK PUN LALIM BERDURJA
HIDUP HANYA HAHA HAHA DAN HAHA
DAN BILA MALAM HANYA HIHI HIHI
DAN HIHI
MARI KITA NIKMATI SEMUANYA
JANGAN RISAU KUNCUP BUNGA
KEHILANGAN MADU
DISINI HANYA KAU DAN AKU
ITU PUN KALAU KAU MAU?..........
apik,, kapan iki terbit?
ReplyDelete@My Dearst Blue
ReplyDeletebravo jg untuk Anda...
baguz tuh puisix...
@Kang Musa
secepatnya, doakan saja, kl udah banyak nanti sya bukukan...
amiinnn...