Wahai Pemuda…
Jangan bangga membusung dada
Meradang tawa mengagung tahta
Laksana raja bergeming harta
Lupa segala darma
Wahai pemudi…
Hendaklah pandai menjaga diri
Tunduk kepala rendahkan hati
Ikhlas menjaga yang suci
Menjunjung tinggi wahana bakti
Seru…
Seru dan tunjukkan sumpah 28 Oktober itu
Ikrar yang terucap dalam jiwa dan semangat menggebu
Cita yang terlagu dalam lirik bahasa syahdu
Merdu menyentuh haru dalam kalbu
Jerit tangis bunda pertiwi
Miris tiada henti
Mengharapmu penuh peduli
Wahai engkau anak negeri
Putra-putri bangsa budiman
Kenang sedikit seru perjuangan
Sekelumit asa pahlawan
Satya negri yang kita emban
Mari bangkit...
Sudah saatnya kita kembali bangkit
Ini tidak akan terasa sulit
Jika kita tak banyak berkelit
Wahai saudara…
Bukan waktunya angkat bicara
Tapi kiprahnya kita berkarya
Bangunkan bara yang mulai leha
Abdi diri tuk Indonesia
Ayo terus berpacu
Tatap dunia tetapkan tuju
Berderap langkah tanpa ragu
Hidupkan gairah gejolak baru
Maju…
Serbu…
Bersatu padu demi Indonesiaku
Indonesiamu...
Indonesia kita...
Indonesiamu...
Indonesia kita...
Surabaya, 23 Juni 2011 12:47
Tertanda “DITA”


