Popular Posts

Monday, December 26, 2011

"INGATKU PADAMU"

Hari ini aku teringat padamu
Setelah tanpa pesan kau berlalu memenuhi titah Tuhanmu
Padahal waktu terus melaju perlahan tanpa isyarat
Tapi aku tetap saja berusaha untuk kembali dan berjalan lambat

Kiranya masih nampak senyuman itu
Sekilas masih ada suara sayup terdengar dari dinding kosong yang terbentang panjang
Sentuhan kasih sayang yang lembut pun masih terasa
Menyusup dalam jiwa dan terbawa doa

Tak akan cukup kata ini mengurai
Sedang air mata terlalu cepat jatuh berderai
Semakin berat lidah tuk berucap
Tertahan hingga dadaku terasa sesak

Aku tak menyesal karena tak lagi bisa membelaimu
Hanya sedikit merasa belum kupenuhi keinginanmu
Hingga kini tak dapat kau menyentuh dan menciumku
Aku belum juga tunaikan harapmu

Selalu dalam doaku
Semoga kau bahagia dengan takdirmu
Sampai nanti ketika ku kan turut serta
Saat dimana aku juga kan memenuhi titah Pencipta




Surabaya, 25 Desember 2011
Merangkai serpihan kisah tentangmu
Tertanda "DITA"

Thursday, June 23, 2011

"PEMUDA-PEMUDI INDONESIA"

Wahai Pemuda…
Jangan bangga membusung dada
Meradang tawa mengagung tahta
Laksana raja bergeming harta
Lupa segala darma

Wahai pemudi…
Hendaklah pandai menjaga diri
Tunduk kepala rendahkan hati
Ikhlas menjaga yang suci
Menjunjung tinggi wahana bakti

Seru…
Seru dan tunjukkan sumpah 28 Oktober itu
Ikrar yang terucap dalam jiwa dan semangat menggebu
Cita yang terlagu dalam lirik bahasa syahdu
Merdu menyentuh haru dalam kalbu

Jerit tangis bunda pertiwi
Miris tiada henti
Mengharapmu penuh peduli
Wahai engkau anak negeri

Putra-putri bangsa budiman
Kenang sedikit seru perjuangan
Sekelumit asa pahlawan
Satya negri yang kita emban

Mari bangkit...
Sudah saatnya kita kembali bangkit
Ini tidak akan terasa sulit
Jika kita tak banyak berkelit

Wahai saudara…
Bukan waktunya angkat bicara
Tapi kiprahnya kita berkarya
Bangunkan bara yang mulai leha
Abdi diri tuk Indonesia

Ayo terus berpacu
Tatap dunia tetapkan tuju
Berderap langkah tanpa ragu
Hidupkan gairah gejolak baru

Maju…
Serbu…
Bersatu padu demi Indonesiaku
Indonesiamu...
Indonesia kita...



Surabaya, 23 Juni 2011 12:47
Tertanda “DITA”

Tuesday, June 21, 2011

"RESAH"

Sengaja lidah tak berucap
Lelah terjebak dalam debu penuh asap
Lama  bathin tak mengeluh
telah terbiasa dengan keringat dan peluh

jeritan seru
menggiring angin pada awan kelabu
hitam pekat
terjerat dalam taburan pukat

meraja tanpa darma
melangkah tak hirau karma
melarung resah ke tengah samudera
hilang enyah tak ada sisa

tangis haru
menyingkap rasa dalam kalbu
menyeruak tiada tabu
sendu bagai syair sebuah  lagu
                            
sesak hati penuh sangsi
ingin diri paksa berlari
terus menerus hingga jauh
hingga bertemu gubuk nan teduh
            
layaknya karang diterpa ombak
atau tenda tanpa pasak
tetap berdiri tegak
atau selamanya tak kan berpijak



Surabaya, 22 Juni 2011 10.43
Tertanda "DITA"


"PENANTIAN MALAM"

Pernah aku berbincang dengan senja
ketika lorong itu sepi tiada sapa
namun dia tak banyak kata
berlalu begitu saja

Sempat aku bertanya pada malam
tentang arti sebuah kalam
tapi semuanya diam
segalanya bungkam

Melangkah tertatih di jalan berduri
hingga puas tak sanggup berlari
detik jarum jam bahkan sudah letih
merangkai deretan luka dan pedih

Sedang sang malam masih setia
temani lara yang telah ditinggal senja
walau akan bersisa luka
cita tetap menyimpan asa

Dalam penantian panjang
aku tetap diam di sudut ruang
menunggu kabar dari sang petang
mengharap datang tiada halang

Malam belum juga berlalu
sampai hati dan bibir kelu
hingga terlelap
dalam syair nyanyian senyap

Sunday, June 19, 2011

"RINDU"

Bersama dengan senja
bintang mulai bercahaya
menutup hari dengan sejuta misteri
mengajak alam ke peraduan malam

Purnama pun teduh
utuh...
menyeluruh...
kolong langit berperan
menjunjung segala keagungan
Dia...
Sang Rohman...

Sementara itu...
ada yang rancu
keganjilan...
lorong kosong tak bertuan
sepi...
sunyi...
tiada penghuni

Seonggok jiwa rapuh
merindu...
apakah kalian tahu?
tidak...
mungkin hanya bulan itu
tapi dia bisu

Ada yang perih
kala hati tak bertasbih
merintih...
sedih...
haus...
tandus...
karena air tak lagi berarus

Mencoba menghibur diri
dengan syair penuh puji
sedikit tentram
tapi tak cukup hanya semalam

Apa yang terjadi padaku?
aku ragu...
tapi sungguh malam itu
aku...
rindu...



Surabaya, 20 Februari 2011 09:37
Tertanda "DITA"

Saturday, June 18, 2011

"TERANG"

Beranjak kaki dari alas
menapak bidang batas
menyusur alam bebas
luas...
lepas...

Bersuci diri bersih
sapih menyapih perih
pedih hati tertatih
lirih...
bertasbih...

Ditengah-tengah padang
sejatiku mengambang
menerawang...
tanpa ruang
tanpa pandang

fajar menghajar
di balik belukar yang mempermainkan nalar
gusar...
berpendar...
pudar...

angin sejuk merasuk
merajuk tajuk
membujuk kalbu busuk
terteguk...
masuk memberi petunjuk

gulita malam kelam
mengancam jiwa padam
geram...
mencekam...
menghadang kalam

bintang benderang
melekang awang
membandang gersang
membuang usang
terang...



Surabaya, 17 Februari 2011 20:47
Tertanda "DITA"

Wednesday, June 15, 2011

"CECURUT JALANG"

Temaram awan
hitam
kelam
kabut tebal
merajut
menjegal

Jalanan lengang
lekang
hilang
bersembunyi cecurut jalang
dibalik sumpalan uang

Sementara di luar sana
sumpah serapah menghantar kecewa
dia berkeliaran tanpa dosa
sedang kami disini jelata

Dimana kau keparat
disaat jiwa kami tersayat
perih merintih
miris mengiris
meratap tangis penuh histeris

Hei...tikus rakus
masihkan engkau merasa haus
tanah ibu kami sudah tandus
kecuali kau berada di jalan yang lurus

bau anyirmu enyah
lindi di tubuhmu punah
musnah
oleh wangi parfum mewah

sedang di luar masih gaduh
bajumu lusuh menyusuh
tangisan mengharu biru
menghina dina dirimu

mana...
dimana katamu cahaya
cahaya bintang dalam gulita
mungkinkah bintang kan bercahaya sedang senja tak menyentuh cakrawala?

mana...
dimana harta?
kemana tahta?
yang membuatmu buta
bisu
tuli
semuanya
segalanya
dusta
fana



Teruntuk para "CECURUT JALANG"
17 Februari 2011 12:37
Tertanda "DITA"