Popular Posts

Thursday, May 9, 2013

BIARKAN KISAH INI

Biarkan kisah ini mengalir seperti air
yang menjalani sebuah takdir
dari suatu hulu menuju ke hilir

Biarkan kisah ini berhembus seperti angin
yang selalu ada disetiap musim
entah itu panas maupun dingin

Biarkan kisah ini bergemuruh seperti ombak
yang tetap akan selalu bergerak
selama bumi masih mampu kita pijak

SAJAK UNTUKNYA

Aq ingin mencintaimu dengan ikhlas
seperti kasih bunda kepada anak-anaknya
memberi tanpa mengharap balas
dan kan selalu begitu selamanya

Aq ingin menyayangimu dengan tulus
seperti aliran lembut air
yang tak akan pernah putus
dan kemudian kita sebut sebagai takdir

Mencintai tanpa harus dicintai
walau kadang diri ini haus akan kasih sayang
memiliki tanpa harus dimiliki
meski tak jarang hati ini tandus bagai padang gersang

Pergi...
Pergilah olehmu ke ladang asa
dimana kan kau dapatkan cinta
cinta yang mungkin tak kau temukan pada diriku

Terbanglah dengan sayap indahmu
kepakkan saja sesuka hatimu
hingga suatu hari kau kan mrasa lelah dalam pencarianmu
sampai kau kan dapati rasa sakit dalam hatimu

Dan ketika kau sadari semua itu
hanya satu pintaku
jangan pernah kau sesali dirimu
karna diriku akan slalu ada disini, untukmu...

SAJAK UNTUKNYA

Aq ingin mencintaimu dengan ikhlas
seperti kasih bunda kepada anak-anaknya
memberi tanpa mengharap balas
dan kan selalu begitu selamanya

Aq ingin menyayangimu dengan tulus
seperti aliran lembut air
yang tak akan pernah putus
dan kemudian kita sebut sebagai takdir

Mencintai tanpa harus dicintai
walau kadang diri ini haus akan kasih sayang
memiliki tanpa harus dimiliki
meski tak jarang hati ini tandus bagai padang gersang

Pergi...
Pergilah olehmu ke ladang asa
dimana kan kau dapatkan cinta
cinta yang mungkin tak kau temukan pada diriku

Terbanglah dengan sayap indahmu
kepakkan saja sesuka hatimu
hingga suatu hari kau kan mrasa lelah dalam pencarianmu
sampai kau kan dapati rasa sakit dalam hatimu

Dan ketika kau sadari semua itu
hanya satu pintaku
jangan pernah kau sesali dirimu
karna diriku akan slalu ada disini, untukmu...

PENGHARAPAN

Desah angin membelai jiwa
Iringan kasih ramah menyambut
Tetesan embun membasuh luka
Anyaman hati kian terajut

Kalut hati telah ku usir jauh
Ucapan suci nurani mulai tertata
Simpul senyum terangkai seiring terbit mentari
Uraian asa mulai ku rengkuh
Menjemput cita dengan penuh cinta
Agar kurasa hangatnya sentuhan kasih

Nafas ini tak boleh percuma
Ibarat menderita demi satu tujuan mulia
Nadi ini pun tak kan berdenyut lama
Gemerlap dunia hanyalah fatamorgana
Raih cita dan cinta dengan penuh asa
Usaha bukan satu hal yang nista
Menyongsong tujuan untuk fana dan baka

PENGHARAPAN

Desah angin membelai jiwa
Iringan kasih ramah menyambut
Tetesan embun membasuh luka
Anyaman hati kian terajut

Kalut hati telah ku usir jauh
Ucapan suci nurani mulai tertata
Simpul senyum terangkai seiring terbit mentari
Uraian asa mulai ku rengkuh
Menjemput cita dengan penuh cinta
Agar kurasa hangatnya sentuhan kasih

Nafas ini tak boleh percuma
Ibarat menderita demi satu tujuan mulia
Nadi ini pun tak kan berdenyut lama
Gemerlap dunia hanyalah fatamorgana
Raih cita dan cinta dengan penuh asa
Usaha bukan satu hal yang nista
Menyongsong tujuan untuk fana dan baka

BIMBANG

Mendung itu datang
ketika hati ini sudah mulai lelah
renta, rapuh dan mulai goyah
tergoyang saat terdera angin

Benturan karang putus asa semakin membuatku lemah
tak berdaya dan tanpa daya
hanya bisa menerima
mencoba menghadapi apa yang ada

Dan mendung itupun datang kembali
menambah gelap rentetan awan gelisah di hati
saat hati ini berada pada jurang kegalauan
dan tak tahu apa yang harus ku lakukan

Kabut resah itupun berpawai
menghalangi pandangan mata hatiku
sehingga ku tak mengerti apa yang sedang terjadi
walau aku semestinya tahu semua itu

Lautan kegelisahan mengombang-ambingkan bathin ini
mengambil alih semua yang ku kendali
saat aku berlayar pada samudra hati
dan aku tak tahu apakah aku masih bisa kembali

Coba tengok sejenak hatiku
yang dilanda badai kebimbangan saat ini
terhempas kian kemari
tanpa tahu arah dan tujuan yang pasti

Haruskah kuputar kendali ini ke kanan walau sebenarnya aku ingin ke kiri?
mestikah ku arahkan kendali ini ke kiri meski sebetulnya arahku ke kanan?
dan apakah aku akan maju tapi tujuanku ada di belakang?
atau aku berjalan mundur hanya tak ingin menemui tantangan di depan?

Akankah aku hanya berada di tengah dan hanya bisa berpasrah
tak berani menghadapi segala kemungkinan yang akan akan melanda
tak ingin mengambil resiko serta tantangan kehidupan
dan akhirnya hanya bisa menjadi seorang pecundang

KELAM

Ada segumpal awan di atas sana
tapi gelap tak ada cahaya
ketika senja tak lagi bersahaja
yang tersisa hanyalah segores luka
luka yang sempat tertoreh oleh sebilah dusta
dan hingga kini masih menganga

Perih memang...
ketika kau sayat perasaanku
kotor memang...
dikala kau nodai kepercayaanku
tapi biarlah...
sebentar lagi datang hujan
tetesan air akan membasuhnya
membawanya pergi dari gubuk bathinku
menyiram kembali taman hatiku yang kering dan tandus karna merindu